Tuesday, July 26, 2011

David Wu Mundur Akibat Skandal Seks

http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/07/27/117861_david-wu--anggota-parlemen-as-_300_225.JPG
Anggota parlemen Amerika Serikat, David Wu, menyatakan akan mengundurkan diri menyusul isu skandal seks yang menimpanya. Wu adalah anggota kongres ketiga yang mundur akibat skandal.

Menurut laman Los Angeles Times, Selasa, 26 Juli 2011, anggota kongres dari Oregon ini menyatakan mundur setelah merebak kabar hubungan seksualnya dengan seorang wanita berusia 18 tahun tahun lalu. Wanita ini adalah anak dari kawan dekat sekaligus donor pada kampanye Wu.

Wanita yang tak disebutkan namanya tersebut mengatakan hubungan seksnya dengan Wu tidak diinginkan. Wu tak dikenakan dakwaan kriminal karena korban mengaku tak memiliki bukti cukup mengajukan laporan ke kepolisian.

Namun, pemimpin minoritas di kongres, Nanci Pelosi, menuntut dilakukannya investigasi kode etik menyangkut kasus ini. Wu akhirnya memilih mundur, dengan alasan demi kehormatan keluarga.

"Saya tidak bisa mengurus keluarga saya seperti yang saya inginkan jika menjadi anggota kongres sambil berjuang menghadapi tuduhan serius ini. Kehidupan anak-anak saya utamakan dibanding yang lain," kata anggota kongres dari partai Demokrat ini.

Wu sebelumnya tercatat pernah melakukan pengobatan untuk penyakit kejiwaan. Dia juga menggegerkan kongres dengan mengirimkan fotonya mengenakan kostum macan kepada para stafnya.

Belum jelas kapan Wu akan benar-benar mengundurkan diri. Namun, upaya perebutan kursi sepeninggal Wu sudah dimulai. Akan digelar pemilihan anggota parlemen baru ketika Wu mundur. Partai Demokrat yakin mereka dapat merebut jatah kursi tersebut.

Wu adalah anggota kongres ketiga yang mundur akibat skandal. Juni lalu, Anthony Weiner dari partai Republik turun setelah mengaku sering mengirimkan foto cabul kepada seorang wanita di internet. Sebelumnya pada Februari, Christopher Lee, juga dari Republik, mundur setelah email rayuan dan foto dirinya bertelanjang dada tersebar di internet.





No comments:

Post a Comment